Archives › Mistery

Tujuan Penciptaan Manusia

Mata manusia terbiasa dalam nyaman kondisi fokus. Kondisi fokus adalah kondisi yang dipandang sesuai di zaman sekarang, ada beberapa orang yang menyadari kemampuan mata manusia yang lain namun pada umumnya mata manusia menyukai kondisi fokus. Saya suka bermain-main dengan kondisi mata, selain fokus saya memahami kondisi parking yakni menempatkan pupil dan elemen mata lainnya dalam

Life Integral

Sudah lama sejak saya mencoba untuk bisa mengatur kecerdasan emosional sendiri. Berawal dari teknik matematika, integral yang menjadi landasan pemikiran ini. Setiap satu diferensial akan menghapus konstanta, namun konstanta tersebut tidak akan kembali setelah integral. Saya pernah ada di “atas” dan saat itu saya mencoba mengurai apa yang terjadi dibawah sana, mencoba mencari tahu Kehidupan

Kebenaran Sejati?

Keturunan berdarah biru percaya bahwa karakter diturunkan melalui keturunan secara biologis/anak, sedangkan keturunan rakyat biasa tidak percaya. Keduanya selalu mencari pembenaran dan akan selalu ada dua fakta yang menjadikan tidak pernah adanya kebenaran sejati. Hingga kini kebenaran semu itu hanyalah kebahagiaan bagi mereka yang menganggap akan mendapatkan keuntungan dari sebuah premis. Kebahagiaan?, menurutku hanyalah salah

Misery of Kun Faya Kun

“KUN FAYAKUN” (فَيَكُونُ كُنْ) Begitulah bunyinya, dimana artinya: “apa yang Tuhan ingin terjadi maka terjadilah” Statement atau pengakuan ini sepertinya cacat tanpa ada interferensi manusia. Maksud saya, kalau memang statement itu benar lalu bagaimana pembuktiannya? Saya yakin ada insan yang memegang kuasa Tuhan untuk kun faya kun di bumi ini, karena tidak mungkin statement tersebut

Dua Fundamental Persepsi

Hari ini saya akan menuliskan dua analogi fundamental mengenai “Persepsi” : Bagaimana lampunya bisa menyala kalau listriknya kurang ? Para ahli berpendapat bahwa bagian otak manusia modern yang bekerja hanya 5-6% dari kapasitas keseluruhan, yang artinya sisa dari 100-6 = 94% diatur oleh alam bawah sadar, tapi apakah ini fakta ?, atau hanya kira-kira saja?

Kebenaran dari Kesalahan

Seringkali saya merasa hidup benar beralasan kesalahan, maksudnya saya sering kali salah menindaklanjuti pekerjaan yang sedang dilakukan, tapi entah kenapa malah jadi betul, sehingga orang kadang berpikir kalau saya cukup pintar menyikapi suatu masalah, padahal apa yang saya lakukan sebelumnya merupakan kesalahan beruntung saja. Hal ini bukan hanya berpengaruh pada pandangan orang lain, tetapi juga

Logical Impossibility

Keinginan…… Setiap niat berupa “keinginan” itu terbesit didalam diri manusia, dibalik semua itu terdapat untaian-untaian pikiran baik yang logis atau yang tidak logis…. Logika jika A maka B, jika B maka C, akan membentuk silogisme jika A maka C. Permasalahannya adalah pada kemajemukan premis yang cenderung mengatakan dirinya superior seperti : Jika seseorang melakukan X,

Prinsip yang sempurna

Ada kawan saya yang punya prinsip: “Saya percaya, tapi kalau ada yang lebih baik/benar, saya akan pindah kepercayaan….” Dipikir-pikir, dia adalah orang yang realistis, sampai terbetik pertanyaan: “Kalo ada prinsip yang lebih bagus dari prinsip ini, mau ganti prinsip engga?”