Archives › Epiphany

Jembatan Dunia

Dear Open Diary, Di masa Produktif bekerja dulu, saya sempat melakukan kesalahan yang sangat fatal karena mengambil tindakan sembrono, serampangan, naif dan tidak bertanggung jawab. Saat itu kondisi saya memang labil, tidak suka diatur-atur, dan menjalankan segala-sesuatunya secara excessive. Tidak ada mentor atau guru, dan semua saya pelajari secara otodidak. Hasil dari petualangan berakhir dengan

Do’a

道が正しければ、祈りはいつも答えられます。 本当に、この世界は、正直だけがあなたを疑いを手放し、二度と戻らないように導くことができるようにプログラムされた真実をカバーしています。 正直な良心を持った魂だけが神を見つけるでしょう。 Doa akan selalu dijawab ketika jalannya benar. Sungguh dunia ini menutupi kebenaran dengan sangat terprogram sehingga hanya kejujuran nurani yang dapat mengantarkanmu untuk melepas keraguan dan tak pernah kembali lagi. Hanya jiwa yang jujur nuraninya yang akan menemukan-NYA.

Keimanan

Menurut saya, orang Beriman dan Kafir itu jumlahnya sangat sedikit, yang banyak itu yang bingung, orang yang bingung itu sering dikafir-kafirkan oleh sebagian orang yang [katanya] beriman dan dibodoh-bodohi oleh sebagian yang [katanya] kafir Sampai saat ini saya masih suka mempertanyakan apakah orang-orang yang “katanya” beriman itu benar-benar beriman dan apakah orang yang “katanya” kafir

Moral Yang Hilang

Pantai adalah salah satu tempat favorit yang paling saya sukai karena kebebasan pribadi untuk melepas beban secara elegan untuk semua pribadi dan tidak mengenal identitas. Suatu hari saya berdo’a agar sang Pencipta menaikan derajat diri saya karena jasad ini sudah sangat jenuh dengan keterbatasan yang nampaknya sudah tidak sanggup lagi untuk menampung buah pikiran yang

Kekecewaan yang sesat

Sekian lama memperhatikan kepribadian manusia, saya mendapati banyaknya kekecewaan yang menjadi sumber depresi seseorang, pasalnya sumber depresi ini tergolong sulit bahkan sering kali tidak bisa digantikan/diobati sehingga acapkali yang bisa dilakukan hanya mengelus dada, lagi dan lagi, dari hari ke hari, masa ke masa. Berikut contoh pribadi kekecewa-an yang saya temui: Memiliki orang tua yang

Tujuan Penciptaan Manusia

Mata manusia terbiasa dalam nyaman kondisi fokus. Kondisi fokus adalah kondisi yang dipandang sesuai di zaman sekarang, ada beberapa orang yang menyadari kemampuan mata manusia yang lain namun pada umumnya mata manusia menyukai kondisi fokus. Saya suka bermain-main dengan kondisi mata, selain fokus saya memahami kondisi parking yakni menempatkan pupil dan elemen mata lainnya dalam

Kisah yang Sama

Sekitar 6 tahun yang lalu saya mengikuti trend bertajuk “art of pick up”, buku yang baca waktu itu ditulis oleh Neil Strauss. Sebetulnya saya tidak pernah membaca keseluruhan buku tersebut, tapi loncat-loncat sesuai daftar isi yang menarik. Namun ada yang lebih menarik dari konten buku tersebut yakni prolog si Neil Strauss itu sendiri, “Preface” yang biasanya orang abaikan dan langsung menuju konten.

Maha Kuasa

“Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah” Tahukah bahwa kata ke-dua dari kalimat pengakuan diatas itu adalah sebuah filsafat tertinggi penciptaan manusia? Dimana alasannya adalah: “Tidak akan kuciptakan Jin & Manusia, selain untuk memenyembah-ku” (QS. adz-Dzariyat: 56)   Duluuuuuuuuuuuuuuu banget, tidak pernah ada Dzat apapun, dunia ini ga ada, langit engga ada, bumi ga ada,

Sebal dengan suara Adzan

Bukannya saya tidak menghormati panggilan sembahyang ini, saya hanya mengutarakan jujur perasaan saya yang merasa risih kalau suara adzan dikumandangkan, tapi saya punya alasan yang mungkin bisa dipahami. Meskipun begitu saya tetap respek dengan suara adzan, sebal bukan berarti tidak respek. Analoginya seperti dulu, ketika saya masih kecil saya suka disuruh untuk makan, disuruh mandi,

Moksi yang Hilang

2010, sudah 25 hari beranjak semenjak hari tahun baru dan pada hari ini saya menyadari diri saya yang kehilangan arah. Perasaan mengerjakakan sesuatu yang hampa, makan hampa, hampir semua kegiatan saya lakukan demi Allah saja, tanpa mempedulikan apakah saya senang atau tidak meski terkadang saya menjadi lelah dan meninggalkan semuanya. Saya bercita-cita untuk menjadi seorang