Keimanan

0

Menurut saya, orang Beriman dan Kafir itu jumlahnya sangat sedikit, yang banyak itu yang bingung, orang yang bingung itu sering dikafir-kafirkan oleh sebagian orang yang [katanya] beriman dan dibodoh-bodohi oleh sebagian yang [katanya] kafir

Sampai saat ini saya masih suka mempertanyakan apakah orang-orang yang “katanya” beriman itu benar-benar beriman dan apakah orang yang “katanya” kafir itu benar-benar kafir, karena saya yakin sebagian dari mereka sebenarnya adalah orang-orang yang bingung juga tapi sosoan ngerti aja supaya disebut beriman/kafir supaya bisa masuk komunitas beriman atau komunitas kafir (baca: takut kehilangan teman dan diasingkan)

Sangat sulit untuk menilai seseorang itu benar-benar beriman dengan menggunakan logika, tapi menjadi sangat mudah apabila melihatnya dari tingkah laku-nya, karena mustahil seseorang yang beriman punya tingkah laku yang buruk meskipun kita tidak bisa mengatakan semua orang yang bertingkah laku baik adalah orang beriman (bisa saja dia memang dibayar untuk berbuat baik, atau sedang dipantau cctv)

Saya tidak perlu membuka rujukan, kitab suci, atau referensi apapun karena kesadaran akan hal ini sudah ada didalam diri/hati/pikiran setiap manusia yakni kesadaran ketika seseorang bertingkah laku baik secara tulus, maka itu adalah arti keimanan yang sesungguhnya.

Leave a Reply