Kekecewaan yang sesat

0

Sekian lama memperhatikan kepribadian manusia, saya mendapati banyaknya kekecewaan yang menjadi sumber depresi seseorang, pasalnya sumber depresi ini tergolong sulit bahkan sering kali tidak bisa digantikan/diobati sehingga acapkali yang bisa dilakukan hanya mengelus dada, lagi dan lagi, dari hari ke hari, masa ke masa.

Berikut contoh pribadi kekecewa-an yang saya temui:

  1. Memiliki orang tua yang tidak sesuai dengan keinginan
  2. Memiliki anak/keturunan yang tidak sesuai dengan keinginan
  3. Memiliki istri/suami yang tidak sesuai dengan keinginan
  4. Memiliki pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan
  5. Memiliki teman dekat yang tidak sesuai dengan keinginan
  6. Memiliki fisik yang tidak sesuai dengan keinginan
  7. Memiliki status sosial yang tidak sesuai dengan keinginan
  8. Memiliki inteligensi yang tidak sesuai dengan keinginan
  9. Memiliki nasib yang terlahir di tempat yang tidak sesuai dengan keinginan

…dan masih banyak alasan yang menjadi sumber depresi permanen.

Semua perangkap kekecewaan yang ada terkadang menjadi alasan untuk menganggapnya sebagai bagian dari bumbu kehidupan yang tidak bisa dilepaskan. Pada waktunya seseorang mungkin hanya termenung meratapi keadaannya, namun tak jarang merasa jengah dan muak sehingga mencoba lari dari kenyataan dan berharap kenyataannya berubah.

Saya tidak menyalahkan apalagi menghakimi semua keputusan mereka, karena itu semua itu bisa jadi sebuah jalan bagi seseorang sebelum menjadikan dirinya bijaksana, karena sejujurnya saya pun pernah mengalaminya dan akhirnya menjadikan depresi permanen ini menjadi sebuah lahan pelatihan, sebuah pelatihan yang tidak berujung untuk memahami segala yang kita lakukan menjadi tak terbatas.

 

Leave a Reply