Pengetahuan yang Membunuh

0

Pengetahuan di jaman sekarang begitu kritis untuk disimpan. Rahasianya terletak pada subjek yang memiliki pengetahuan tersebut. Setelah pengetahuan terdifusi dan memiliki potensi, subjek bisa jadi tidak mengetahui nilai dari potensi pengetahuan yang dimilikinya sehingga memberitahukan kepada seseorang yang salah.

Kadang kita mempercayai seseorang, dengan memberikan pengetahuan-pengetahuan yang kita miliki, kita pastinya berharap agar suatu saat ada timbal balik yang positif, tapi bisa saja berbalik keadaan, seseorang itu berbalik menyerang kita dengan pengetahuan yang kita berikan. Bentuk penghianatan ini akan menciptakan penyesalan yang kemudian tumbuh menjadi arogansi monopoli pengetahuan (baca: dikonsumsi sendiri).

Jadi dimanakah keberadaan nurani sebenarnya ?
Apakah tertancap pada setiap insan, ataukah hanya dimiliki individu tertentu ?

Ada beberapa elemen yang menghimpun nurani manusia, yakni :

  1. Kesetiaan
  2. Pengorbanan
  3. Kasih Sayang

…..ketiganya akan membentuk kesatuan, sehingga dalam porsi yang dapat diukur membentuk angka 100%.

Berbicara mengenai pro dan kontra, siapa yang peduli dengan nurani ?, terkadang ketidakpedulian merupakan jalan menuju kebahagiaan. Dengan mempermainkan kesetiaan, melupakan pengorbanan dan menyampingkan kasih sayang bagi suatu individu dapat menjadi suatu modal untuk mendapatkan kesetiaan yang lebih besar, pengorbanan yang lebih banyak, dan kasih sayang yang lebih tinggi (contoh : perselingkuhan, penghianatan, atau prinsip kapitalis, materialis).

Yang menarik, ternyata nurani seringkali berada pada koloni-koloni, club, perkumpulan, atau organisasi-organisasi dimana individunya memiliki suatu tujuan yang terarah, sehingga membuktikan bahwa nurani begitu menonjol ketika melihat adanya persamaan kepentingan.

apakah nurani memang tidak dapat bersifat global ?, ataukah hanya keterbatasan manusia ?

No Comments

Leave a Reply