{"id":4,"date":"2007-07-30T06:50:00","date_gmt":"2007-07-30T06:50:00","guid":{"rendered":"http:\/\/munggaran.com\/blog\/?p=4"},"modified":"2017-10-16T20:49:42","modified_gmt":"2017-10-16T20:49:42","slug":"logical-impossibility","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/munggaran.com\/blog\/2007\/07\/30\/logical-impossibility\/","title":{"rendered":"Logical Impossibility"},"content":{"rendered":"<p>Keinginan\u2026\u2026<\/p>\n<p>Setiap niat berupa \u201ckeinginan\u201d itu terbesit didalam diri manusia, dibalik semua itu terdapat untaian-untaian pikiran baik yang logis atau yang tidak logis\u2026.<\/p>\n<p>Logika jika A maka B, jika B maka C, akan membentuk silogisme jika A maka C.<\/p>\n<p>Permasalahannya adalah pada kemajemukan premis yang cenderung mengatakan dirinya superior seperti :<br \/>\nJika seseorang melakukan X, maka dia akan mendapatkan juara no.1<br \/>\nAdi dan Budi melakukan X<br \/>\njadi siapa yang nomor satu ???, apakah dua-duanya ?, ataukah harus ada yang mengalah ?<\/p>\n<p>Contoh lain\u2026, misalkan seorang programmer aplikasi komputer ingin membuat program. Setelah merancang sana-sini, dia menginginkan aplikasi miliknya ditampilkan \u201contop\u201d dari aplikasi-aplikasi lain sehingga menjadi paling depan. Permasalahannya terjadi ketika ada programmer lain yang membuat aplikasi dengan niat yang sama\u2026.., jadi siapa yang aplikasinya paling depan ???<\/p>\n<p>Kedua contoh diatas menggambarkan kelemahan logika manusia untuk memenuhi keinginannya. Namun usaha manusia berlanjut dengan menciptakan premis baru, misalnya : \u201cJika ada dua atau lebih juara 1, maka mereka diurutkan menjadi 1a dan 1b\u201d, atau untuk contoh 2 : \u201capabila ada dua aplikasi yang ingin ditampilkan \u201contop\u201d, maka aplikasi yang kedua dijalankan akan lebih superior daripada aplikasi yang pertama\u201d. Kita sebut saja solusi sementara ini sebagai solusi \u201cTambal Sulam\u201d<\/p>\n<p>Kembali ke permasalahan \u201cKeinginan\u201d<br \/>\nApa yang terjadi ketika keinginan yang sedang kita perjuangkan ternyata tanpa sengaja memiliki premis superior yang majemuk dan mengalami tambal sulam menyerupai lingkaran tanpa henti ?, semisal :<\/p>\n<p>1. Untuk bisa memulai usaha, kita butuh modal berupa uang. (Uang \u2014\u2013&gt; Usaha)<br \/>\n2. Uang bisa didapat apabila kita memiliki usaha (Usaha \u2014\u2014&gt; Uang)<\/p>\n<p>Seperti inilah realita dunia yang sedang kita hadapi.<br \/>\nSi \u201cLicik\u201d akan membuat si \u201cBodoh\u201d terus berputar-putar didalam lingkaran tanpa henti dengan membiuskan harapan \u201cTambal Sulam\u201d. Lebih parahnya, si \u201cPintar\u201d tidak bisa berbuat apa-apa karena dia dibawah kekuasaan si \u201cLicik\u201d.<\/p>\n<p>Berita baiknya, terkadang terjadi anomali pergeseran lokasi si \u201cLicik\u201d, si \u201cPintar\u201d, dan si \u201cBodoh\u201d, anomali ini sering di istilahkan dengan \u201crevolusi\u201d<\/p>\n<p>Berita buruknya, mereka yang statusnya telah bergeser, perlahan-lahan mengubah dirinya kedalam posisi semula, istilah hal ini adalah \u201cevolusi\u201d, dimana si \u201cBodoh\u201d menjadi si \u201cPintar\u201d, si \u201cPintar\u201d menjadi si \u201cLicik, dan si \u201cLicik\u201d menjadi si \u201cBodoh\u201d.<\/p>\n<p>Hingga kini, dinamika penggerak kehidupan manusia masih berputar-putar disini\u2026\u2026<\/p>\n<p>Pertanyaan terbesarnya :<br \/>\n\u201cApabila suatu saat manusia telah keluar dari dinamika penggerak tersebut\u2026., akankah mereka masih dinamakan manusia ?\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keinginan\u2026\u2026 Setiap niat berupa \u201ckeinginan\u201d itu terbesit didalam diri manusia, dibalik semua itu terdapat untaian-untaian pikiran baik yang logis atau yang tidak logis\u2026. Logika jika A maka B, jika B maka C, akan membentuk silogisme jika A maka C. Permasalahannya adalah pada kemajemukan premis yang cenderung mengatakan dirinya superior seperti : Jika seseorang melakukan X,<span class=\"excerpt-ellipsis\">&hellip;<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5,6],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/munggaran.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4"}],"collection":[{"href":"https:\/\/munggaran.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/munggaran.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/munggaran.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/munggaran.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/munggaran.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5,"href":"https:\/\/munggaran.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4\/revisions\/5"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/munggaran.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/munggaran.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/munggaran.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}